|
Wednesday, 22 February 2012 |
SOLO - Sebanyak 45 raksasa bakal melepas keberangkatan mobil Esemka ke Jakarta guna melakukan uji emisi di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Tangerang.
Namun 45 raksasa ini bukan sungguhan, melainkan salah satu bagian dari fragmen tari yang dipersiapkan Pemerintah Kota Solo saat melepas keberangkata mobil Esemka ke Jakarta pada Jumat lusa.
“Barisan raksasa ini untuk menggambarkan tingginya semangat Esemka. Nanti ada Werkudara dan Puntadewa,” terang Wakil Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo.
Lokasi pelepasan, lanjut Rudi, panggilan akrab Wakil Wali Kota, di Solo Techno Park (STP) yang juga dapur produksi Esemka. Selama perjalanan, Esemka akan dikawal oleh tim khusus dengan nama Rajawali. |
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 21 February 2012 |
|
JAKARTA - Jumlah pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri terbilang cukup banyak. Namun, sebagian masyarakat mungkin masih mempertanyakan apa manfaat atau alasan menempuh pendidikan di luar negeri jika ternyata di Tanah Air tersedia perguruan tinggi dengan kualitas baik?
Dalam seminar bertajuk "Why Sould Indonesia Invest in International Education?", Presiden dan CEO Institute of International Education (IIE) Allan E Goodman mengungkapkan, pendidikan internasional bermanfaat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di suatu negara.
"Mengenyam pendidikan di luar negeri akan mendatangkan banyak manfaat. Baik bagi pribadi maupun kedua negara," ujar Allan di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2012).
Dosen di George University ini menjelaskan, sedikitnya ada tiga manfaat utama pendidikan internasional. Pertama, pendidikan internasional menjadi ajang memperkaya pengetahuan untuk meningkatkan kualitas. Tidak hanya edukasi, para pelajar dapat mempelajari budaya di negara lain yang tentu sangat berbeda dengan negara asal.
Kedua, lanjutnya, tidak sebatas mengenal, tinggal bersama orang-orang baru dengan kebudayaan berbeda akan mengasah para pelajar untuk memahami dan mengerti budaya yang berkembang di negara tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 14 February 2012 |
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan tidak akan menggunakan hak sensor tweet yang ditawarkan oleh Twitter. Namun demikian, bukan berarti Indonesia memberikan kebebasan tanpa adanya sensor di ranah jejaring sosial.
Menurut Kepala Informasi dan Humas Kominfo Gatot S Dewabroto, pemerintah memang tidak menggunakan hak sensor Twitter, karena memang sebenarnya sudah diatur dalam undang-undang, yakni salah satunya UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 134 |